Apple Janjikan Perbaikan Bug Screen Time melewati Update iOS 17.5.2

Apple telah lama dianggap sebagai market leader dalam hal parental control (kontrol orang tua) atas apa yang diperhatikan si kecil-si kecil mereka di telpon pintar.

Parental control pada perangkat Apple dijalankan melewati fitur bernama Screen Time. Padahal demikian itu, laporan terupdate mengungkap adanya kerentanan signifikan dalam cara yang diizinkan selama bertahun-tahun.

Terbukti bug Apple ini memungkinkan pengguna, termasuk si kecil-si kecil untuk melewati pengontrolan konten dengan memasukkan serangkaian karakter tertentu di bilah alamat di browser Safari. Bila dijalankan oleh si kecil-si kecil, hal ini bisa slot bonus new member 100 di awal mengekspos mereka ke konten berbahaya, termasuk konten dewasa.

Mengutip Gizchina, sekarang Apple mengakui adanya masalah ini dan berjanji untuk memperbaikinya dalam update iOS 17.5.2.

Dampak Bug Kepada Orang Tua dan Hati-Hati

Terbukti, bug ini memiliki pengaruh signifikan bagi orang tua yang mengandalkan fitur Screen Time Apple untuk mengelola aktivitas online si kecil-si kecil mereka.

Fitur ini dirancang untuk menyediakan lingkungan yang aman dan terkendali, sayangnya kerentanan justru merusak tujuan hal yang demikian.

Gara-gara bug ini, orang tua yang memutuskan batas waktu dan pengontrolan pada konten tertentu jadi tak bisa lagi percaya batasan akan dilegalkan.

Respons Apple

Apple bahkan mengakui adanya masalah ini dan berjanji akan menggulirkan berbaikan dalam update software berikutnya.

Juru bicara Apple mengucapkan, perusahaan sadar akan masalah dengan protokol teknologi jaringan, yang memungkinkan pengguna untuk bypass pengontrolan konten melewati jaringan.

“Apple berencana memperbaiki masalah dalam pembaruan software berikutnya,” katanya.

Apple juga menekankan pihaknya menangani masalah Screen Time dengan serius dan berupaya untuk terus meningkatan fitur ini, termasuk menuntaskan kerentanan utama dalam versi terupdate iOS 17.5.

Kreatif Bug Screen Time Terbukti Sempat Dicueki Apple

Kerentanan ini pertama kali ditemukan oleh peneliti keamanan Andreas Jagersberger dan Ro Achterberg pada 2020. Mereka kemudian melaporkan masalah ini ke regu keamanan Apple pada Maret 2021.

Sayangnya, kekhawatiran hal yang demikian pada mulanya tak menerima tanggapan dari Apple. Para peneliti keamanan hal yang demikian diminta untuk mengajukan laporan umum melewati feedback tool Apple, yang juga dipungkiri.

Kedua peneliti kembali melaporkan masalah ini sebagai masalah keamanan pada Agustus 2021. Tetapi, lagi-lagi Apple mengelak, menyebut hal hal yang demikian bukanlah kerentanan keamanan.

error: Content is protected !!